Hidup adalah hadiah

jamkesmasTak pernah terbersit sebelumnya dalam benak Irwin harus jalan-jalan mengunjungi kantor KomNas HAM, P2JK dan TNP2K. Hidupnya sudah cukup susah. Dua kali seminggu Irwin harus mengunjungi RSPAU Halim Perdanakusuma untuk menjalani terapi hemodialisa. Setiap kali kunjungan menghabiskan waktu 7 jam. Belum lagi badan lemas dan kepala pusing sehabis hemodialisa.

Siang itu di awal Februari 2013, Irwin membaca pengumuman di rumah sakit tempat Irwin “menggantungkan hidup” bahwa kartu jamkesmas yang selama ini sangat membantu meringankan beban biaya hemodialisa hanya berlaku sampai 28 Februari 2013 dan harus diganti oleh kartu yang baru. Bukan masalah sampai ketika akan mengurus pergantian kartu jamkesmas, data atas nama Irwin tidak ada. Ternyata Irwin tidak seorang diri, hampir semua pasien hemodialisa di RSPAU Halim Perdanakusma pemegang kartu jamkesmas tidak terdaftar di Dinas Kesehatan Setempat. Berita ini sangat mengejutkan, bahkan bagi pihak rumah sakit yang sudah menganggap pasien hemodialisa seperti keluarga sendiri karena seringnya mereka bertemu.

Maka dimulailah…

View original post 294 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s